Oleh Ustadz Ibnu Hasan Aththobari
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :” pada hari kiamat seorang didatangkan lalu dilemparkan ke neraka hingga ususnya keluar, ia berputar di pusaran api neraka sebagaimana keledai berputar mengitari penggilingan gandum. Para penghuni neraka mengerumuni orang tsb lalu berkata :” hai fulan, apa yang terjadi denganmu? Bukankah kamu yang dulu menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat munkar?”. Orang itu menjawab :” ya, aku dulu menyuruh berbuat baik tapi aku tidak mengerjakannya dan melarang kemunkaran tapi aku malah mengerjakannya.
Hadis tersebut menggambarkan dengan jelas tentang nasib da’i yang lebih senang ngomong dari pada berbuat baik dan berprilaku terpuji. Nasib mereka pada hari kiamat adalah dimasukkan kedalam neraka dalam keadaan terikat, betapa dahsyatnya apa yang dialami dan dirasakan, ususnya terburai keluar, berputar dipasaran neraka, para penghuni neraka sampai terheran-heran melihat derita yang diterimanya, mereka bertanya, dosa apa yang dilakukannya sehingga mendapatkan siksa yang begitu pedih? Bukankah kalian adalah ulama dan imam kita? Kalian menyuruh kami mengerjakan kebaikan dan melarang kami dari perbuatan munkar?. Lalu ia menjawab ; memang betul, saya menyuruh kalian berbuat kebaikan dan melarang perbuatan munkar, tapi saya mengharamkan diri dari kebaikan dan tidak mengerjakan yang saya perintahkan bahkan lebih buruk lagi saya mengerjakan kemunkaran yang saya larang orang lain melakukannya.
Begitulah da’i itu dipermalukan didepan manusia sebagai balasan atas pelecehannya terhadap ajaran Allah dan mempermainkannya tanpa rasa malu sedikitpun.
Dalam hadis yang lain, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas ibn Malik, Rasulullah bersabda ;” pada malam aku di isra’kan aku berjalan melewati orang-orang yang bibir mereka di gergaji dengan gergaji dari neraka. Aku berkata :” siapakah mereka?”. Para malaikat berkata :” mereka adalah para khatib umatmu diantara penduduk dunia, mereka dulu menyuruh manusia berbuat kebajikan dan mereka melupakan diri sendiri padahal mereka membaca alkitab, apakah mereka tidak berfikir?”.
Imam Tabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :” sejumlah orang dari penghuni surga melongok kepada sejumlah orang yang menjadi penghuni neraka, lalu penghuni surga itu bertanya kepada penghuni neraka :”kenapa kalian masuk neraka?, demi Allah, kami masuk surga karena apa yang kami pelajari dari kalian”. Penghuni neraka menjawab :” kita cuma sekedar bicara tapi tidak mengamalkan apa yang kita bicarakan”.
Hal senada juga di firmankan Allah dalam alqur’an dalam surah ash-shaf ayat 2 dan 3, albaqarah ayat 44.
Semoga Allah menjauhi kita dari sifat dan prilaku yang demikian.
Wallahul Musta’an