Sahabat mulia Anas ibn Malik Radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : ” sesungguhnya balasan yang besar ada dalam ujian yang berat, jika Allah mencintai satu kaum, maka Ia menguji mereka, siapa yang ridha [dengan ujian itu] maka mereka akan mendapatkan keridhaan Allah, siapa yang marah/tidak senang [dengan ujian itu] maka mereka akan mendapatkan murkaNya ” [HR At-Tirmidzi]
Allah akan menguji mereka supaya hati mereka tidak disibukkan oleh dunia, sebagai kecemburuanNya atas mereka, agar mereka tidak celaka di hari kiamat. semua ujian berupa kesulitan hidup dan keruwetan dunia semata-mata ditujukan untuk menguji mujahadah mereka bersama Allah Ta`ala
Allah berfirman :” dan sesunggguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian dan agar Kami menyataka [baik buruknya] hal ihwal kalian” [ Muhammad /31]
ujian berbanding lurus dengan kekuatan iman yang dimiliki oleh orang-orang yang dicintai Allah itu.
Dari Sa`ad radhiyallahu anhu, ia berkata :” saya bertanya :” Ya Rasulallah, siapakah orang yang paling berat ujiannya?”
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :” Para Nabi, orang-orang yang mengikutinya dan demikian seterusnya, seorang diuji sesuai dengan kadar imannya, makin kuat agamanya maka makin kuat ujiannya, bila lemah agamanya, ia diuji sesuai dengan kapasitasnya, seorang hamba tidak henrti-henti diberi ujian sehingga ia berjalan di muka bumi dengan tanpa kesalahan”. [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibn Majah, Ad-Darimi dan Hakim]
Dari Abu Sa`id radhiyallahu anhu, ia berkata :” saya menjumpai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam saat beliau kurang sehat, saya pegang dan tubuhnya terasa panas sekali, saya katakan :” Ya Rasulullah. alangkan berat cobaan yang anda rasakan”.
Rasulullah bersabda :” beginilah kita, bila cobaan yang menimpa kita kecil atau lemah, maka kecil pula ganjarannya”.
Aku bertanya :” Ya Rasulullah, lalu siapa yang paling berat cobaannya?”.
Rasulullah bersabda :” Para Nabi”.
Aku bertanya :” lalu siapa lagi?”
Rasulullah bersabda :” orang-orang shalih, sungguh salah seorang dari mereka merasa senang menerima cobaan, seperti seorang diantara kalian merasa senang mendapatkan anugrah”. [HR Ibnu Majah]